Diresmikan Langsung Bupati Pringsewu Jembatan Gantung Podosari - Sukoharjo IV Yang Menghubungkan Dua Kecamatan Resmi Beroperasi
19 Oktober 2026
Operator Pekon Podosari
Dibaca 2 Kali
Podosari, 16 oktober 2026 — Harapan masyarakat untuk memiliki jalur penghubung yang cepat dan aman akhirnya terwujud. Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas didampingi oleh Wakil Bupati Umi Laila, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung Giri Yudhono, serta Anggota Komisi V DPR RI Mukhlis Basri secara resmi meresmikan Jembatan Gantung Podosari–Sukoharjo IV pada Jumat, 16 Oktober 2026 petang.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita merah di area gerbang masuk struktur jembatan yang disaksikan langsung oleh ratusan perwakilan warga dari tiga pekon, yakni Pekon Sukoharjo IV, Pekon Podosari, dan Pekon Podomoro.
Spesifikasi Teknis Infrastruktur
Jembatan gantung ini dibangun dengan tujuan utama sebagai infrastruktur kerakyatan khusus pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Berikut adalah detail spesifikasi fisiknya:
- Tipe Struktur: Rigid Simetris dengan rangka baja kokoh berwarna merah menyala.
- Panjang Bentang: 80 meter membentang di atas aliran Sungai Way Sekampung.
- Lebar Jalur: 2 meter, memberikan ruang yang cukup bagi mobilitas warga berpapasan.
- Total Anggaran: Rp10 miliar, didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
- Fitur Pengaman: Dilengkapi struktur bronjong penahan pylon di sisi Podosari dan pondasi sumuran Blok Angkur yang dalam untuk ketahanan jangka panjang menghadapi arus sungai.
Memangkas Waktu Tempuh & Membuka Keterisolasian
Sebelum infrastruktur ini berdiri, bentangan Sungai Way Sekampung menjadi pemisah geografis yang memaksa warga harus memutar rute perjalanan yang jauh dan memakan waktu untuk berpindah kecamatan.
Kepala BPJN Lampung, Giri Yudhono, memaparkan bahwa jembatan ini menjadi pemendek jarak yang signifikan bagi anak-anak untuk pergi ke sekolah, warga yang hendak menuju pasar lokal, karyawan ke tempat kerja, hingga mempermudah pengurusan administrasi warga antardesa maupun kecamatan.
Di sisi lain, Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri, menegaskan bahwa proyek ini merupakan buah manis dari sinergi dan kolaborasi erat antara usulan daerah (fasilitasi aspirasi) dengan eksekusi pemerintah pusat demi mendongkrak kesejahteraan riil masyarakat.
Urat Nadi Perekonomian dan Sentra Sosial Baru
Tidak sekadar menjadi sarana penyeberangan harian, Bupati Riyanto Pamungkas menggarisbawahi dampak vital infrastruktur ini pada sektor pertanian. Jembatan gantung ini kini bertransformasi menjadi jalur distribusi utama untuk mengangkut hasil bumi andalan pekon sekitar seperti padi, tanaman palawija, dan buah-buahan secara efisien tanpa terkendala ongkos angkut yang membengkak.
Menariknya, semenjak rampungnya pengerjaan fisik, area di sekitar jembatan juga mulai tumbuh menjadi pusat interaksi sosial baru warga setempat. Keindahan struktur jembatan yang artistik menarik minat warga untuk berkumpul menikmati sore, berfoto, yang secara tidak langsung menghidupkan lapak-lapak jajanan dan UMKM baru di sekitar lokasi pendaratan jembatan.
Bupati juga mengimbau warga dari ketiga pekon untuk menumbuhkan rasa kepemilikan bersama dengan cara merawat kebersihan, mematuhi batas beban kendaraan yang melintas, serta menjaga fasilitas penunjang jembatan agar kemanfaatannya dapat terus dirasakan hingga generasi mendatang.